Selasa, 07 Oktober 2014

Mengapa Kita Harus Memilih?

                                    Mengapa Kita Harus Memilih?


Tahukan kamu? Bahwa kita lahir dan hidup dalam sebuah keluarga itu merupakan hasil dari keputusan yang kita ambil dari pilihan yang Tuhan berikan pada kita? Tuhan bertanya, apakah kita siap untuk turun ke dunia dan hidup bersama keluarga yang kini berada di tengah-tengah kita sekarang?! Ada dua jawaban yang bisa kita pilih, antara ya dan tidak. dan ketika kita sadar, kita telah lahir dan tinggal di dunia ini bersama keluarga kita sekarang, itu hasil dari pilihan kita. Dari sana lah, kita sudah mulai memilih, maka muncul ungkapan, “Hidup adalah pilihan”. Sadar atau tidak, hidup kita terus dan akan selalu dikelilingi dengan pilihan. Baik itu dua pilihan, maupun banyak pilihan. Hitam atau putih, benar atau salah, baik atau buruk, semangat atau putus asa, bisa atau tidak bisa, maju atau mundur, berpikir atau tidak berpikir, tersenyum atau menangis. Semua itu pilihan. 
                                                                             

Teman, kita lahir dan hidup di Indonesia itu bukanlah sebuah kebetulan, tidak ada di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, semua terjadi karena takdir. Termasuk fenomena kelahiran kita semua. Seperti yang telah saya jelaskan, sebelum roh kita ditiupkan Tuhan ke dalam jasad seorang bayi yang ada pada tubuh seorang wanita, Tuhan bertanya kepada kita, “Siapkah kita untuk hidup disana bersama mereka?” dan saat itu kita ucapkan siap, maka Tuhan menurunkan kita ke tempat yang kita inginkan tersebut. sekarang kita berada di Indonesia, itu berkat pilihan kita. Kita menyetujui perjanjian yang kita lakukan bersama Tuhan. Lalu, muncul pemikiran, “Kenapa saya harus tinggal di negara ini?” atau, “Kenapa saya harus hidup bersama keluarga seperti ini?” INGAT! Itulah pilihan kita.

Memilih itu adalah sebuah alternatif jalan baru yang harus kita tentukan. Pilihan itu seperti pintu-pintu. Pintu-pintu yang akan mengantarkan kita pada dimensi dan situasi hidup yang baru. Ketika kita melihat ada banyak pintu yang muncul, mau tidak mau kita harus memilih salah satu diantaranya. Untuk apa? Ya, untuk melanjutkan hidup. Hidup yang tentunya bisa lebih baik lagi. Pilihan itu hanya sebuah kondisi. Pilihan itu kita yang tentukan, bukan pilihan yang menentukan kita.

Bertahan hidup atau mati bunuh diri merupakan sebuah pilihan. Pilihan yang tentunya memiliki perbedaan dimensi kehidupan yang selanjutnya. Bila kita ingin berubah untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, tentu kita akan memilih untuk tetap bertahan hidup dan menata kembali kehidupan yang sebelumnya berantakan. Atau bila kita memiliki jiwa yang buruk, pengecut, tidak berani, mental ‘tempe’, tentu bunuh diri adalah jalan bagi mereka yang putus asa dan tidak tahu diri. Mengapa tidak tahu diri?! Karena mereka telah menyia-nyiakan pilihannya sendiri.

2013-2014 adalah masa di mana Indonesia dipenuhi dengan “Pemilihan Umum” untuk menentukan siapa yang pantas untuk menjadi Wakil Rakyat. Saya tahu, saya paham betul, mungkin sebagian dari kita memiliki mosi tidak percaya pada mereka yang mencalonkan diri, karena saya pun merasakan hal yang sama. Saya merasa, janji para calon wakil rakyat itu seperti permen karet, manis di awal dan berakhir pahit. Sampai saat ini, belum ada ‘mereka’ yang benar-benar terlihat begitu tulus untuk sepenuhnya mengabdikan diri untuk rakyat. ‘Mereka’ dengan partai-partai pendukungnya masih diselimuti kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, tanpa menghiraukan ‘jeritan’ rakyat yang meminta tolong untuk perubahan yang lebih baik. Masa kampanye, adalah masa penyebaran janji-janji manis. Namun, bukankah itu merupakan salah satu strategi dalam berpolitik?! Kita tidak akan pernah tahu apa yang ada di balik sebuah pintu sebelum kita memilih dan membuka pintu itu sendiri. sama halnya dengan Pemilu. Kita tidak akan pernah tahu, negara atau daerah ini akan menjadi seperti apa, bila kita tidak menentukan pilihan SIAPA yang kita percaya untuk menjalankan roda pemerintahan. Pintu-pintu itu dikemas semanis dan semenarik mungkin agar kita mau memilihnya, kita tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya. Namun, kita akan semakin tidak tahu bila kita tidak memilih dan membukanya.

Memilih dan tidak memilih, merupakan sebuah pilihan. Ketika kita memutuskan untuk tidak memilih pintu mana yang ingin kita buka, maka JANGAN PERNAH salahkan apa yang terjadi dibalik pintu-pintu tersebut. mengapa? Karena kita tidak memilih. HANYA ORANG BODOH yang berteriak-teriak di luar pintu, meminta sebuah pertanggungjawaban apa yang terjadi dalam pintu tersebut, padahal ia sama sekali tidak menyentuhnya.

Bila kita telah membuka pintu dan menemukan sebuah ketidakberesan dibalik pintu tersebut, maka itulah konsekuensi yang harus kita hadapi. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? KITA BERSATU. Bersama-sama dengan mereka yang telah berani memilih, dan berani membuka pintu, untuk membereskannya. INGAT! Perubahan itu bisa terjadi bila kita bersatu. Merdeka bisa kita raih karena para pahlawan kita bersatu. Dan Indonesia bisa menjadi baik dan akan lebih baik bila kita bersama-sama, bergotong royong untuk memperbaikinya. Secanggih apa pun sebuah sepeda motor, dia pasti akan mogok juga. Lalu siapa yang harus memperbaikinya? Kita, kita semua, kita yang merasa memiliki motor tersebut. sama halnya dengan negara ini, dengan pemerintahannya yang (kata orang) berantakan ini. Kita, Kita yang memiliki pemikiran jernih, kita yang punya jiwa ‘memiliki’ yang tinggi terhadap negara ini yang mampu memperbaikinya.

Sekali lagi, memilih atau tidak memilih merupakan pilihan kita sendiri. dan bila kita bertanya, mengapa kita harus memilih, jawabannya adalah karena kita telah memilih untuk hidup, maka kita harus menerima segala konsekuensi dalam hidup itu sendiri yaitu konsekuensi harus selalu memilih.

Ini bukan sebuah doktrin, atau sebuah opini politik, ini hanya sebuah pernyataan refleksi pada diri kita sendiri, untuk mereka yang masih saja terus mempermasalahkan, “MENGAPA KITA HARUS MEMILIH?”

Rabu, 17 September 2014

DI BALIK USTADZ JUAL AGAMA

Agama Diperdagangankan Ustadz
Oleh;RIKIKIN
Dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir, fenomena ustadz masuk dalam ranah dunia entertaiment tidaklah menjadi hal yang tabu bahkan sudah menjadi trend. Esensi ustadz adalah menjadi pawang, panutan, contoh suri tauladan, diimani dan diamini kata-katanya oleh para jamaah, ummat, makmum, pengikut atau apapun labelitas yang pantas kita sebut bagi orang-orang yang mendengarkan ceramah dan tausiyahnya. Sebagai penyampai pesan tuhan, apa yang diucapkan adalah sesuatu yang sakral, penyambung wahyu  tuhan yang diterima nabi, dengan kemasan yang mudah di cerna oleh seluruh kalangan. Diamanpun dia berdiri menginjakkan kakinya dan menyampaikan dakwah, ia akan di terima oleh siapapun, mengingat firman tuhan diturunkan untuk rahmat sekalian alam.
Ustadz Jadi Artis.
Berbagai media berita infotaiment yang menyuguhkan gosip atau rumor yang dalam bahasa ustadz di sebut “gibah hingga fitnah” ter-cover muka-muka ustadz sebagai Headline. Rating merekapun tidak kalah dengan artis kelas televisi maupun layar lebar, ustadz ada dalam dimensi yang sama, dipublikasikan dan dipertontonkan dalam ruang publik yang sama yakni sejajar dengan artis, “wah! Ustadz selevel Artis lho!”. Secara Implisit publik hampir sudah tidak bisa membedakan mana artis dan mana ustadz.
Baru-baru ini seorang ustadz menjadi Man Of the Maker, karena selalu menghiasi layar kaca.  Saling tuding “bohong” dengan mantan istri, di liput kehidupan pribadi mulai dari kandasnya hubungan keluarga, asmara, akan menikah dengan artis dan ta’aruf ala artis pula. Meski saling tuding tidak seperti politisi, tapi tudingan yang dilontarkan adalah aib. Yang namanya berita “gosip” mau benar atau tidak bukan substansi, yang penting adalah sensasi. Kalau saja sang ustadz mencari popularitas ini adalah saluran yang tepat, meski tidak akan diakuinya bahwa sebenarnya ia mencari sensasi, tapi hal tersebut dapat diyankini dengan fakta, bahwa ia masuk dalam saluran pencari sensasi demi popularitas.
Artis Jadi Ustadz.
Sebaliknyapun, juga tidak sedikit atris berprofesi ganda nyambi jadi ustadz, yang tidak jelas pernah nyantri di pondok mana. Mereka mengaku terilhami saat membintangi film-film religi dan berbalik haluan menjadi artis yang alim dan bisa berceramah, seperti yang sering diperankannya dalam film. Hal ini tidaklah sulit dilakukan artis, karena mereka memang memiliki keahlian bersandiwara berdasarkan peran yang dilakoni.
Dengan peran yang dimainkan ustadz made in artis (ustadz dari artis) dan ustadz for artis (Ustadz menjadi artis) Ada yang tenar dan apa pula yang hilang reputasi keustadzannya. Ia akan tenar jika mampu memenuhi kebutuhan pasar, kebutuhan produser, dan mampu menjaga Ritme permainan media atau benar-benar menjadi ustadz yang polos tanpa tendensi. Namun juga ia bisa pudar reputasinya baik karena sengaja didesain oleh Invisible Hand (tangan tidak tampak) atau pihak ketiga yang nebeng popularitas ustadz dengan membuat berita sensasional menyudutkan ustadz dan mengangkat namanya, atau memang cobaan dari sang khalik.
Tidak Ada Kode Etik Ustadz.
Dalam menyampaikan dakwahnya ustadz sekarang punya ciri khas tertentu, yang tentunya unik dan diantaranya masing-masing berbeda style. Metode tentu merupakan senjata sang ustadz agar pesan yang disampaikan dapat berbekas pada jama’ahnya, namun metode ternyata berbalik menjadi sebuah Image yang menjadi ciri khas karena memberikan warna dan ciri khusus. Pada kenyataannya, bukanlah substansi pesan rohani yang di kenang, akan tetapi malah metode yang di pakai tertancap di hati masyarakat, sementara pesan mulia tadi hanya terdengar sepintas selalu. Sehingga, kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari meniru metode yang menjadi ciri khas para usatdz mulai dari anak kecil hingga orang tua sekalipun.
Perilaku (behavoir) ustadz secara etika ke-ustadz-an sangatlah melenceng, semua orang mungkin akan berdalih bahwa “Ustadz juga manusia” yang tidak pernah luput dari khilaf dan dosa. Ustadz adalah orang yang memberikan ceramah pada orang lain, namun menjadi pertanyaan adalah, siapa yang akan memberikan ceramah pada ustadz bila perilakunya melenceng. Mungkin akan lebih baik para ustadz harus mengadakan musyawarah besar untuk membentuk kode etik ustadz. Supaya ada regulasi yang jelas tentang profesi ustadz, karena ulahnya tidaklah memberi citra negatif pada profesi namun juga rasa dan nilai kepantasan dalam masyarakat.
Nampak bahwa agama telah menjadi komoditas yang menggiurkan untuk dikomersialkan, mulai dari label halal, kalau Mounth Ramadhan berbondong-bondong para artis berpakaian islami dan membuat lagu rohani, agar tetap eksis di panggung hiburan. Artis yang biasanya berpakaian seksi dan seronok kontan berubah seperti muslimah meski hanya pada bulan itu, iklan-iklanpun berbalut nuansa islami, ini adalah cara membiaskan fenomena tabu menjadi layak untuk diperbincangkan. Disini para ustadz panen besar, disamping mengisi berbagai acara televisi sepanjang hari, ia juga menjadi bintang iklan berbagai produk.
Ustadz telah masuk dalam pusaran desain politik industri media yang telah terkoptasi oleh kekutan global yang dikuasai Yahudi. Apa kepentingan seorang Hillary Clinton (Menlu AS) sampai datang ke acara Dahsyat (RCTI)?. Bisnis media di Indonesai tak bisa dipungkiri juga sudah mulai masuk pebisnis yahudi, anteve yang di beli group Bakri 20% sahamnya adalah milik Star TV Hongkong yakni milik raja media Rupert Murdoch sang miliuner Yahudi Australia (Rubbi Shabsi Bulman 2010:101) Semboyan besar pekerja media adalah “siapa yang menguasai media akan menguasai dunia”, mereka mempertentangkan fakta, menciptakan isu, memanipulasi berita, mencipatakan imege dengan mempengaruhi psikologi masyarakat dengan tekhnik propaganda, “they do not tell people what to think, but what to think about”.
Jadi, menjadi ustadz adalah sebuah profesi yang menggiurkan untuk menambah pundi kekayaan dan popularitas. Menjadi ustadz bukanlah panggilan rohani atas nama perintah tuhan tetapi lebih pada unsur lain. Tidak dapat dipungkiri ustadzpun butuh duit, namun lihatlah para ustadz kampungan yang memberikan ceramah pada tiap acara pernikahan, sunatan, atau hari-hari besar keagamaan. Mereka hanya mendapat amplop seadanya, bisa jadi pengganti ongkos pulang, atau hanya diberikan jajanan hajatan yang lebih banyak dari undangan, juga tidak jarang hanya di bayar dengan “terima kasih” saja, esoknya ia harus bekerja membanting tulang menjadi petani atau hanya menjadi pengurus masjid yang tidak pernah sedikitpun pemerintah memperhatikan mereka.
Menyebarkan agama nampaknya adalah lahan mencari kekayaan. Apakah benar tidak ada ustadz yang gratis, benarkah ustadz selalu komersil?. Ini menjadi stigma negatif, para ustadz masuk dalam acara-acara reality show yang jelas-jelas meniru cara-cara televisi barat memainkan propaganda. Dalam acara-acara reality show tersebut, dengan bangga para ustadz di bongkar gaya hidup hingga gaya yang menjadi ciri khasnya dalam menyampaikan dakwah, bukankah ini terjadi pergeseran makna. Bukannya pesan rohani yang ingin ditampakkan tetapi gaya khas seperti yang telah di bahas di atas.
Media masa menentukan apa yang kita ketahui di dunia politik dan pemerintahan secara lokal dan skala global. Dia mengontrol apa yang kita ketahui tentang seni, ilmu pengetahuan, agama, bisnis, keuangan, lingkup jangkauan mereka dan tidak ada habisnya. Media sebenarnya dikendalikan oleh sebuah kelompok milyarder yang memiliki kepentingan dalam ekonomi dan politik. Mereka berusaha untuk mengontrol masyarakat guna mempertahankan dan memperluas kekuasaannya. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, termasuk kontrol media. Media adalah sumber utama informasi tentang dunia dan mempengaruhi cara pandang orang dalam memahami siapa “mereka”, peristiwa apa yang peting dan bagaimana sumber masyarakat harus dibagi. (Rubbi Shabsi Bulman 2010:8-9).
Memang pada masa awal dakwah di tanah Jawa, Wali memiliki cara masing-masing dalam menyebarkan dan menberikan pesan rohani, misalnya lewat wayang. Tapi apa harus kita benarkan ustadz menjadi artis? sungguh naif, karena segala budaya keasyian dunia ada disana, glamour dan selalu menjadi buah bibir orang. Kita sudah tahu zaman sudah di buat edan, tapi apakah harus mengikuti dan terbawa arus, karena ustadz juga merupakan simbol agama. Simbul harus kita jaga, karena simbol sangat mewakili agama yang kita anut.
Merubah Gaya Hidup
Tak dapat dipungkiri bahwa media telah mampu merubah gaya hidup, mampu merubah segala sudut-sudut kehidupan mulai dari yang tidak patut ditanpakkan menjadi biasa saja. Sesuatu yang menjadi kontroversi menjadi serasi, hal yang fenomenal menjadi nominal, bahkan dari tidak ada sekalipun segaja di buat agar ada. Kita dalam kondisi terjajah, orang-orang yang bertanggung jawab di negeri ini, menggunakan terlalu banyak waktu yang diperdebatkan untuk hal-hal yang paling kecil karena terbuai media, sementara barat sudah melayang keruang angkasa dan hidup dalam dimensi digital. Kita hanya menjadi orang yang sibuk menonton kesibukan orang lain.
Kita memang kaget dengan segala kebebasan setelah terkekang dalam orde baru, sehingga kebebasan yang kebablasan tidak mampu di saring. Mana kepentingan asing, kepentingan komersial, mana kepentingan agama tidak ada bingkai pembatas yang jelas. Benteng utama seperti ustadzpun terkoptasi desain busuk pelaku media.   
 Penulis.RIKIKIN.
nara sumber.anggota MJC surakarta KOMPAS GRAMEDIA

Kamis, 11 September 2014

BETAPA INDAHNYA BERAGAM AGAMA

di sini saya akan menulis .tanpa membedakan AGAMA akan membuat indah dan damai seperti PULAU BALI..dan sudah mendunia inilah bukti bahwa agama tidak ada sangkut paut untuk mempersatukan kedamian.yag ada adalah kehancuran
Hampir semua orang tau dan pernah mendengar nama Bali. Salah satu pulau kecil dari negara kepulauan Indonesia ini pernah dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia. (tanpa meresearch) kemungkinan besar Bali merupakan penyumbang terbesar dalam jumlah wisatawan tiap tahunnya ke Indonesia. Tempat yang nyaman dan indah, ditambah dengan popularitasnya yang semakin menanjak menjadikan semua orang baik dalam negri maupun luar negri ingin berkunjung ke tempat ini. Bali. Bahkan ada yang pernah mengaku hampir setiap tahun berlibur ke Bali.  Pertanyaan yang sering saya dengar dari teman-teman adalah, mengapa cuma Bali? Sebenarnya Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang indah dan layak untuk disejajarkan dengan Bali. Seperti danau toba, borobudur dan banyak lagi. Sebenarnya hampir setiap pulau memiliki object wisata yang tak kalah menariknya dibanding Bali. Namun semuanya hanya bisa dinikmati oleh warga sekitar, karena orang beda provinsi saja tak akan tau jika tak pernah jalan-jalan langsung atau googling.
 Banyak mahasiswa yang kemudian menganggap pemerintah kurang mempromosikan daerahnya. Parahnya lagi ada yang bilang terlalu pilih kasih dengan menganak emaskan Bali. Kalau kesemuanya sebagai kritikan, sepertinya kurang pas untuk dialamatkan pada pemerintah pusat. Karena sebenarnya untuk menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi orang dan terkenal tidak cukup dengan keindahan tempatnya. Tapi juga ada faktor-faktor pendukung yang harus dibenahi oleh pemerintah daerah seperti halnya tempat yang mudah dikunjungi, aman, dan yang paling penting adalah sikap masyarakatnya yang ramah dan bersahabat.
Saya sendiri pernah sampai di Danau Toba dan Borobudur. Dari kedua tempat ini, Borobudur lebih banyak pengunjungnya dibanding Danau Toba. Meski jika dibandingkan dengan Danau Toba, Borobudur bukanlah object wisata yang tak terlalu fantastis. Tapi mengapa Borobudur lebih meminat pengunjung? Sebenarnya dari kedua tempat ini sama-sama tak memiliki kemudahan transportasi untuk sampai di tempat tujuan. Tapi Borobudur sedikit lebih terjangkau berbanding danau toba. Ditambah lagi memiliki masyarakat yang ramah dan bersahabat. Karena adat mereka memang halus dan lembut. Bahkan bagi saya, dalam keadaan marahpun mereka terlihat sedang bergurau.
Ini berbeda sekali dengan Danau Toba, tempat yang sangat sulit untuk dikunjungi. Jarak tempuh jauh dengan jalan yang rusak disana sini. Dari airport, memang tak ada kendaraan umum yang bisa langsung sampai ke danau toba. Setidaknya harus menaiki 4 kendaraan yang berbeda. Dengan adat batak yang terdengar kasar meski sebenarnya mereka sudah ramah menurut mereka sendiri, pengendara mobil dan motor yang main serobot menjadikan saya sebagai pengunjung cukup terkejut. Jika dibandingkan dengan Surabaya, Jakarta dan bandung, medan menjadi kota dengan kondisi jalan raya paling berantakan. Mungkin Jakarta sering macet, Bandung selalu sesak dengan kendaraan, tapi lampu merah masih cukup banyak. Berbeda dengan medan, di kota ini pengendara selihai apapun harus tetap hati-hati untuk turun ke jalan. Hampir semua pengendaranya sudah terbiasa dipotong tanpa isyarat, atau tiba-tiba menyalip dari kiri. Dengan minimnya lampu merah, menjadikan kota ini semakin mengerikan bagi pendatang baru. Sementara fasilitas untuk menuju danau toba sendiri terkesan sangat buruk. Jalanan yang sempit dan kapal yang digunakan untuk menyebrang praktis tanpa alat keselamatan. Tapi meski begitu, saya sempat menemukan beberapa wistawan dari Australia dan Jepang. Para turis ini mengaku tahu keberadaan danau toba setelah sebelumnya sampai di Thailand.
Bandingkan dengan Bali, tempat yang mudah dijangkau, masyarakat yang ramah ditambah dengan penguasaan bahasa inggrisnya menjadikan Bali seperti rumah bagi para wisatawan asing. Di Bali, masyarakat akan menyapa dengan ramah para turis meski tidak dibayar. Harga dari jasa angkutan, makanan atau pakaian juga tak dipermainkan. Kalau harganya $1 ya mereka bilang $1. Coba bandingkan dengan Borobudur dan danau toba, melihat ada turis lewat, para pedagang dengan kompaknya menaikkan harga. Memang tak semua orang di sekitar Borobudur seperti itu, sama seperti tak semua orang di Bali bersifat profesional. Tapi itu sudah menjadi mayoritas bagi masing-masing tempat.
So, masih bertanya mengapa cuma Bali yang dikenal dunia? mari perbaiki sarana dan jasa angkutan agar mudah dikunjungi. Sumber daya manusia, minimal mulai diajarkan sikap profesional dan penguasaan bahasa inggris. Tanpa itu semua, satu-satunya tempat yang akan dikenal dunia international dari Indonesia hanyalah Bali.
Keistimewaan Bali adalah, seluruh lapisan masyarakat siap menerima keberadaan daerahnya menjadi objek wisata.
Budaya dan agama mereka sangat mendukung.

Kalau saat ini ada sejumlah kejahatan, kerusuhan di Bali, kebanyakan dilakukan oleh orang dari daerah lain, dan uniknya orang asli Bali sendiri tidak terpengaruh.

Mereka sekarang banyak berbaur dengan orang kulit putih, tapi uniknya lagi kebanyakan para kulit putih itulah yang berubah jadi orang Bali.

Luar biasa, memang. Negri ini sangat beruntung punya Bali.
Ketaatan mereka pada agama dan budayanya serta keramahan dan ketulusannya pada sesama telah membuat Tuhan meberikan berkat berlimpah bagi masyarakat pulau ini.

Sementara di daerah lain, waktu telah mengikis habis apa yang disebut bangsa murah senyum dan ramah-tamah, sekarang ini keramahan hanya kedok. Agama dijadikan alat kekerasan dan menghakimi orang lain. Kejahatan dan korupsi dimana-mana. Masyarakatnya tidak tulus dan terbuka. Mudah terpengaruh. Iri dengki melihat Bali maju (dan berusaha menghancurkannya dengan bom ???). Akhirnya bencanapun bertubi-tubi menimpa. riki kin

Rabu, 10 September 2014

MODUS NII negara islam indonesa

Sekarang ini telah marak usaha usaha musuh-musuh Islam wal Muslimin untuk menyesatkan dan menghancurkan ke islaman ummat melalui cara-cara atau isue-isue Islam, diantaranya mereka membawa nama dan ide menegakkan Daulah Islamiyah (Negara Islam) melalui gerakan gerakan yang mengatasnamakan pendidikan pesantren yang modern dan terpadu yang siap untuk menggelarnya secara nasional dan besar-besaran.Mereka mengajak melalui promosi penjualan media cetak dalam bentuk majalah Al Zaytun dan mengajak ziyarah majelis taklim-majelis taklim serta mempromosikan kehebatan ma’had Al Zaytun sebagai pesantren kebanggaan milik ummat Islam bangsa Indonesia. Padahal sesungguhnya mereka itu tidak lebih dari para penjahat dan penipu yang berkedok dan mengatasnamakan agama untuk menyesatkan kaum muslimin.
Boleh jadi diantara keluarga kita, pembantu rumah tangga kita, teman-teman kita maupun tetangga kita atau lingkungan kita telah masuk dalam lingkaran setan jeratan doktrin atau ajaran sesat dan menyesatkan tersebut, bahkan mungkin telah menjadi anggota dan kaki tangan atau sekedar sebagai partisipan. Oleh karena itu kenalilah, cermatilah dan waspadailah melalui indikator karakter tata cara, sifat maupun bentuk dan wujud gerakan maupun pemahaman mereka
CIRI-CIRI CARA HIDUP BERMASYARAKAT
Tempat Kajian dan berkumpul mereka namakan (Malja’) dan bahasa gaulnya Mall. Untuk
meminimalisir pergerakan mereka membuat dua malja, Malja tilawah berstatus kontrak
bulanan, tidak ada perabot rumah tangga selain karpet, ada telpon Ratelindo, di tempat ini biasanya calon ummat digarap, dan kedua Malja’ khos yang biasanya sudah memenuhi standart berkeluarga (memiliki barang-barang berkeluarga) biasanya ditinggali oleh mas’ul (aparat) yang sudah berkeluarga sebagai kamuflase, di tempat ini biasanya sebagai pembinaan ummat (indoktrinisasi) dan sebagai pusat kegiatan.
Untuk sarana komunikasi kebanyakan mereka menggunakan fasilitas pager, namun sudah banyak pula yang menggunakan handphone. Satu Malja’ biasa dihuni sekitar 10 s/d 20 orang lelaki dan wanita tanpa ada hijab, rata-rata masih muda semua dan pakai motor, keluar masuk rumah secara aktif namun sepatu dan sendal tidak ada yang tertinggal di depan pintu. Aktivitas mereka ada yang sedang baca Al Qur’an atau Hadits, ada yang ngobrol dan ada pula yang terlibat dalam pembicaraan yang serius.
Keberadaan mereka biasanya mengatas namakan sebuah keluarga ketika melakukan transaksi kontrak tempat tersebut, namun mereka hampir tidak pernah ada yang mau lapor atau berhubungan dengan RT / RW. Ciri mereka yang lain adalah sikapnya yang exclusif bahkan jarang sekali yang mau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Penyelenggaraan shalat berjama’ah nyaris sama sekali tidak ada, dan bila ada pertanyaan dari masyarakat tentang kegiatan mereka yang selalu ramai dikunjungi orang itu, mereka pun menjawab itu adalah keluarganya atau tempat tersebut sebagai tempat kursus private bahasa Inggris atau lainnya. Pergerakan mereka nyaris tidak mengenal waktu, karena pemenuhan program yang dituntut secepatnya mengakibatkan intensitas kerja mereka secara otomatis akan lebih cepat.
POLA DASAR PEREKRUTAN KEANGGOTAAN (Mereka menamakan diri NII)
NII dalam pelaksanaaan program – programnya menitik beratkan pada dua hal utama
1. sistem recruitment
2. sistem finansial
Dua hal inilah yang nanti akan dikembangkan menjadi beberapa sub bagian dalam rangka menguatkan mereka dari luar dan dari dalam.
Sistem Recruitment (Hujumat Tabsyiriah)
Berikut cara-cara yang biasa di lakukan dalam rangka perekrutan :
- Mengenali calon “tilawah” (orang yang akan dibawa) , dengan menyelidiki kegiatan rutinnya, keluarganya (ada unsur militer atau tidak), dan hobby serta self interestnya.
– Bicara tentang Islam dari sisi yang calon ummat suka untuk membuat mereka interest .
– Mulai mengajak calon ummat ke tempat pengajian, atau dengan menipu korban untuk ikut dengan berbagai macam alasan, seperti : minta diantar ke rumah temannya, yang setibanya disana akan diberikan pemahaman Islam.
– Bila calon ummat sudah tiba di maljanya (kantornya / tempat pengajiannya) pertama kali diarahkan untuk bicara Qur’an. Bila mereka sudah mulai hanyut dengan arahan yang ada, lalu mereka diajak untuk memulai acara pengkajian dan dimasukkan di dalam kamar yang sudah ada di dalamnya white board, spidol yang mushaf yang telah disediakan.
– Dengan segala logika dan analoginya yang didukung dengan ayat-ayat Al-qur’an mereka menancapkan keyakinan secara mendalam pada calon umat bahwa yang mereka sampaikan adalah kebenaran yang harus diperjuangkan.
– Bila calon ummat telah menerima apa yang mereka sampaikan, yang akhirnya adalah kewajiban hijrah ke NII, maka calon ummat diwajibkan membayar shadaqah.
Sebelum tahap hijrah ada dua macam shadaqah yang harus dipenuhi :
a. shadaqah Aqabah yang digunakan untuk penyeleksian sebelum tahap akhir (hijrah), untuk shadaqah Aqabah dikenakan Rp 100.000 s/d Rp 200.000. Untuk Aqabah calon ummat akan di cek lebih dahulu pemahamannya oleh pimpinan yang lebih tinggi setingkat (kabupaten/Disrtric t Officer), dan bila District Officer (D.O) menyatakan bisa dikirim (di hijrahkan ) maka mereka tinggal menunggu panggilan hijrah, yang waktunya antara 1 s/d 3 hari.
b. Shadaqah hijrah diterapkan sebagai syarat mutlak hijrah, dan juga untuk membersihkan diri dari dosa – dosa yang pernah di lakukan sewaktu masih menjadi warga RI (Republik Indonesia). Untuk shadaqah hijrah diambil dari seluruh harta yang dicintainya, baik berupa apapun yang nanti diukur dalam nominal uang. Dan itu berkisar dari Rp 500.000 s/d Rp 5.000.000 bahkan bisa lebih bila ummat masih mempu nyai harta yang lebih dari itu.
– Setelah calon ummat melewati persyaratan tersebut tibalah waktunya hijrah yang
dilaksanakan 1 hari 1 malam yang berarti calon ummat harus menginap. Sebelum keberangkatan ( hijrah) mereka lebih dahulu dibawa ke suatu tempat atau sering disebut sebagai “transit” untuk selanjutnya bersama-sama diangkut bersama calon ummat lain untuk ke tempat hijrah. Setelah semua calon ummat berkumpul mereka dinaikkan didalam mobil yang berkaca ray-ban, lalu mereka harus menutup mata dalam perjalanan ke tempat hijrah.
– Setibanya disana mereka diabsen dan diberi pemahaman sedikit sebelum istirahat. Jam 05.00 mereka bangun untuk shalat shubuh dan makan pagi, lalu jam 06.00 mereka masuk ke ruangan yang telah disediakan untuk didata administrasi tentang identitas diri dan harus disertai dengan Kartu Tanda Penduduk. Jam 07.00 baru dimulai acaranya yang dihadiri dua orang pembina yang namanya ISA dan ILYAS.
Acara dibagi dua session :
a. Session pertama berisi tentang pemahaman dari sisi aqidah, ibadah, muamalah yang menuju kepada pengabdian penuh kepada NII.
b. Session kedua berisi tentang sejarah berdirinya NII sebagai negara yang sah di bumi Indonesia, yang materinya menyatakan selama ini telah terjadi pemutarbalikkan fakta oleh pihak RI secara membabi buta.
– Setelah dua session tersebut selesai, menuju ke acara final yaitu melepaskan kewarganegaraan RI dan masuk ke kewarganegaraan NII yang dilambangkan dengan penyandangan nama tsani (nama kedua) juga sebagai nama hijrah atau nama madinahnya dan sekaligus sebagai pengesahan kewarganegaraan dengan mengucapkan janji setia dalam bentuk bai’at yang dilantunkan oleh ISA dan ILYAS yang kemudian harus diikuti oleh semua calon ummat, setelah selesai acara tersebut maka sah sudah para calon ummat resmi menjadi ummat dan warga negara NII dan secara langsung harus mengemban misi-misi NII.
– Setelah prosesi selesai mereka dipulangkan jam 17.00, diantar ke tempat “transit” yang langsung disambut oleh mas’ulnya yang siap untuk menyampaikan misi dan visi tersebut kepada ummat.
– Indoktrinasi yang sudah memiliki pondasi yang disampaikan pada forum hijrah akan diteruskan dengan pola pembinaan yang disebut “tazkiyah”. Dalam tazkiyah inilah ummat mendapatkan pemahaman atau doktrin secara lebih mendalam tentang NII beserta seluruh programnya, yang tujuan akhirnya melaksanakan program sesuai dengan janji yang telah diucapkan dalam forum musyahadatul hijrah.
– Program tazkiyah dilakukan kontinyu dan berjenjang. Minimal dalam satu bulan ummat harus ikut tazkiyah di tingkat desa selama 3 kali, jenjang kecamatan sebanyak 2 kali dan jenjang distrik 1 kali, adapun tazkiyah daerah 1 kali. Dan dalam setiap tazkiyah harus membawa uang untuk akomodasi, mardhotilah (uang cape pembina), dan cicilan program finansial, yang besarnya bervariasi setiap jenjang minimal Rp 20.000 s/d Rp 50.000 dan kalau bisa lebih.
– Bila ummat telah memahami semua program dan permasalahan maka tinggal pelaksanaan
program yang nanti akan diarahkan dan dikawal langsung oleh mas’ul desanya, yang dalam praktek lapangannya mereka bebas melakukan pengembangan tekhnik dan improvisasinya dalam berprogram untuk meningkatkan kualitas dan prestasi dirinya sebagai warga dengan cara apapun yang penting hasilnya memadai atau lebih (ziyadah). Namun bila hasilnya tidak memenuhi target (nuqson) ummat akan mendapatkan sanksi (iqob) dari mas’ulnya.
Sistem finansial
Sistem finansial (maliyah) yang ada dalam program NII dibagi menjadi 9 pos mawarid (sumber pendanaan) yang ke semuanya harus diisi setiap bulannya, ada yang dibayar
penuh dan ada yang dicicil bila program tahunan. Berikut penjelasan 9 pos mawarid
1. Nafaqah Daulah (Infaq Negara), dibagi dua:
a. Infaq adalah kewajiban rutin umat untuk negara sebesar US$ 25 yang akan dialokasikan untuk mizaniyah (APBN), sebagai gaji mas’ul dan tanmiyah (pembangunan & pengembangan) .
b. Tazkiyah bi Baitiyah adalah pembersihan harta yang dipunyai yang nominalnya sebesar 2,5% dari harga seluruh harta yang dimiliki.
2. Harakah Qiradh adalah pinjaman negara kepada umat dalam bentuk emas, yang dalam 5 tahun akan dikembalikan sebesar 150% dari pinjaman. Harakah ini dialokasikan untuk penguasaan arodhi dan titik-titik strategis (ekonomi makro).
3. Harakah Idikhor adalah tabungan umat minimal sebesar Rp 6.000 yang akan dialokasikan untuk pengembangan hajat hidup pribadi (ekonomi mikro) dalam bentuk suntikan dana (huknatul rosmal) yang dipinjamkan kepada orang yang mempunyai usaha yang sudah berjalan. Setiap paket huknatul rosmal sebesar Rp 300.000.
4. Harakah Ramadhan adalah zakat ramadhan setahun sekali yang bisa dicicil sampai batas akhir ramadhan. Kewajiban pembayaran Harakah Ramadlan dibedakan menjadi tiga :
a. Nafsihi (pribadi), untuk mas’ul Rp 100.000 dan untuk umat Rp 50.000.
b. Hadona (tanggungan istri dan anak) masing-masing Rp 50.000.
c. Ziyadah (lebih/surplus) masing-masing Rp 50.000.
Harakah Ramadhan di alokasikan untuk pembangunan fisik negara (Al-zaytun)
5. Harakah Qurban adalah gerakan kurban setiap Ied al-Adha setahun sekali dan bisa dicicil sampai batas akhir bulan dzulhijjah. Kewajiban membayar Harakah Qurban dibedakan menjadi tiga:
a. Abdika (pribadi), untuk mas’ul Rp 300.000 dan untuk umat Rp 150.000.
b. Ahlihi abdika (tanggungan istri dan anak) masing-masing Rp 150.000.
c. Ummati abdika (lebih) masing-masing Rp 150.000.
Harakah qurban dialokasikan untuk pembangunan fisik negara Madinah (Al-zaytun)
6. Aqiqah adalah kewajiban bagi orang tua yang sudah mempunyai anak. Untuk anak rijal dikenakan sebesar 2 akbas dan untuk nisa sebesar 1 akbas. Aqiqah dialokasikan untuk pembangunan.
7. Shadaqah Khas adalah shadaqah khusus yang dulu dialokasikan untuk pembelian tanah namun sekarang untuk pembangunan masjid Rahmatan Lil’Alamin. Tiap umat dikenakan minimal Rp 1.000.000.
8. Shadaqah minal shadaqah adalah shadaqah yang diambil dari pos shadaqah lain, antara lain:
– Shadaqah isti’dzan (izin setiap keluar dari wilayah teritori)
– Shadaqah munakahat (menikah)
– Shadaqah istighfar (mohon ampun)
– Shadaqah tahkim (sidang mahkamah)
– Shadaqah Iqob/kifarat (sanksi)
– Shadaqah Hijrah
Semuanya itu dialokasikan untuk beaya pembangunan.
9. Khasilatul kasab adalah hasil usaha BUMN (Badan Usaha Milik NII) yang langsung
dialokasikan di baitul mal sebagai dana abadi.
Tsanamiyah mawarid pada tahun 1421 H mengalami penambahan pos yang berkaitan dengan subsidi pendidikan bagi warga yang mempunyai anak yang kelak akan di sekolahkan di Al-zaytun. Pos-pos tersebut antara lain :
a. Tabungan Pendidikan Anak (TPA) adalah tabungan yang akan dialokasikan bagi santri yang orangtuanya asli warga NII, dan bagi tiap umat dikenakan Rp 5.000 per bulan.
b. Finansial adalah tabungan yang dialokasikan untuk subsidi pendidikan santri yang disetorkan cuma sampai tingkat Distrik. Digunakan juga sebagai dana operasional TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) yang diadakan tiap Distrik sebagai persiapan masuknya calon
santri. Dan tiap umat dikenakan Rp 5.000. Dari sembilan pos mawarid yang wajib disetorkan penuh per bulan adalah :
– Infaq
– Harakah idikhor
– TPA
– finansial
Yang bisa di istimrar sampai batas waktu akhir dalam satu tahun :
– Harakah Ramadhan
– Harakah Qurban
Dan Harakah Qirodh Wajib disetorkan bagi tiap umat apabila masuk kedalam forum munakahat atau tahkim sebagai wujud kecintaannya kepada negara.
PERISTILAHAN STRUKTUR PEMERINTAHAN NII
Struktur pemerintahan NII mengalami beberapa perubahan dari tahun ke tahun. Berikut tiga jenis struktur yang digunakan dalam NII Abu Toto Al Zaytun :
I. Struktur pemerintahan tahun 1416H s/d 1418H
– Adam (Imam)
– Idris (Komandemen Wilayah Besar)
– Nuh (Komandemen Wilayah)
– Hud (Komandemen Daerah)
– Soleh (Komandemen Kabupaten)
– Ibrahim (Komandemen Kecamatan)
– Musa (Komandemen Desa)
II. Struktur Pemerintahan tahun 1419H s/d 1420H
– Imam
– Riasyah Ullya
– Riasyah Wilayah
– Riasyah Daerah
– Riasyah Kabupaten
– Riasyah Kecamatan
– Riasyah Desa
III. Struktur Pemerintahan tahun 1421H s/d sekarang.
– Majelis Syuro
– Imam
– Gubernur Wilayah
– Keresidenan
– District Officer (D.O) :
1. DO
2. Wk DO
3. Sekretaris
4. Kabag Keu
5. Kabag Personalia
6. Kabag Pendidikan
7. Kabag Logistik
– Onder District Officer (O.D.O) :
1. O.D.O(Disesuaikan dgn struktur NKRI)
2. Kabag Pendidikan
3. Kabag Personalia
4. Kabag Keuangan
5. Kabag Logistik
- Petinggi Tingkat Desa (PTD) :
1. Petinggi Desa : Mempertanggung jawabkan program yang ada di desanya dalam urusan amwal & anfus (financial & rekrutmen) controlling.
2. Sekretaris Desa : Bertanggung jawab pada bidang anfus, mentilawah calon ummat di Malja’
3.Kabag Keuangan : Bertanggungjawab Pada bidang pemungutan program Maliyah dan Disribusi serta Logistik (setor ke PTD & kebutuhan Malja serta administrasi)
- Ummat dibagi menjadi :
1.Qabilah (Rijal) : – Mencari calon tilawah, melakukan seleksi dan pemahaman dasar kemudian di hadirkan ke malja’.
– – Mengkordinir program keuangan utk disetor ke Kabag Keuangan.
2.Shaffatun Nisaa : Ibid
Dalam tahun-tahun terakhir selain Qoror dan MKT, NII juga mengeluarkan PERPU (Peraturan Pengganti Undang-undang) sebagai tahap penyempurnaan bernegara yang konstitusional. Sejauh ini baru dua point yang dikeluarkan oleh pemerintahan pusat.
PERPU No.I berisi tentang PINKA (Pengaturan Ikhsan Negara Kurnia Allah) atau pengaturan gaji mas’ul yang sudah menggunakan NDQ (Nomer Data Qoid) atau nomor induk pegawai yang dibedakan menjadi dua, yaitu :
Teritorial bagi mas’ul yang ada di teritorial RI atau diluar Al-zaytun, NDQ-nya diawali dengan huruf T , contoh (T100.337.0251)
Fungsional bagi mas’ul yang difungsikan atau dipekerjakan didalam lingkup pembangunan dan pendidikan Al-zaytun, NDQ-nya diawali dengan huruf F, contoh (F100.337.0252)
PERPU No.II berisi tentang penyempurnaan teritorial di nusantara yang mencakup 28 provinsi yang terdiri dari jalur utara dan jalur selatan serta struktur pemerintahannya yang mengacu kepada civil society dan sistem distrik.
Untuk wilayah Jabotabek sudah sempurna secara struktural, namun untuk wilayah jawa baru sampai tingkat Distrik, dan selebihnya sudah sampai tingkat Residen (daerah) kecuali Maluku dan Irian Jaya yang baru sampai tingkat Gubernur Wilayah. Maka untuk keperluan pemenuhan struktur di seluruh Indonesia sejak 1421 H diadakan tartib tahawul (mutasi) besar-besaran untuk menyempurnakan strukturnya, dan wilayah 9 (jabotabek) adalah sebagai supplier utama akan kebutuhan aparat. Untuk itu dibutuhkan sebanyak-banyaknya ummat rijal untuk di kader sebagai mas’ul yang akan menggantikan pendahulunya yang akan di mutasi.
Dalam nidzham pergerakan NII Abu Toto Al Zaytun terhitung sangat rapi, mereka juga menggunakan istilah-istilah yang mereka kembangkan sendiri secara spesifik untuk mengelabui musuh. Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam gerakan mereka :
- PAKET (Calon Tilawah) – TL (Tilawah)
– AQ (Aqabah) – MH (Musyahadatul ijrah)
– SDQ (Shadaqah) – – I.P (Infaq)
– I.D (Harakah Idikhor) – HR (Harakah Ramadlan)
– HQ (Harakah Qurban) – THK (Tahkim)
– MN (Munakahat) – MK (Mekkah / RI) Mekky
– MD (Madinah / NII) – MALL (Malja / kantor)
– QOB (Qabilah) – D.O (Kabupaten)
– Nama awal (Nama di RI) – Nama tsani (Nama di NII)
– MAKANAH (Jabatan) – UNWAN (Alamat )
– IDARIAH (Teritorial NII yang ditempati) – KASAB (Pekerjaan)
– SANAH (Umur)
– TAQRIR (Pelaporan), biasa diplesetkan NAIK atau ATAS – BOIM (Ibrahim / O.D.O)
– ZIYADAH (Lebih) – NUQSON (Kurang)
– JAWALAH (Motor) – SAYAROH (Mobil)
– Mas’ul Teritorial : Mas’ul yang berada di wilayah NKRI
– Mas’ul Fungsional : yang difungsikan sebagai pekerja di Ma’had Al Zaytun
(Muwadhaf Pasukan Kuning, GARDA, TIBMARA Ma’had)
PROGRAM KEGIATAN SELALU BERHUBUNGAN DENGAN NAMA MA’HAD AL ZAYTUN
Pengenalan kepada Ma’had Al Zaytun diberikan setelah seseorang resmi tercatat sebagai ummat melalui forum MH (Musyahadatul Hijrah atau Pembai’atan berdasarkan teks bai’ah NII atau M-9 Mubaya’ah Sembilan).
– Pertama dikenalkan melalui Majalah Al Zaytun.
– Kemudian memperkenalkan dan menyatakan keberadaaan ma’had Al Zaytun sebagai saluran seluruh gerakan program pos Mawarid serta sebagai wujud konkret pahala hasil kerja keras atau bukti diterimanya amal warga NII.
– Mengindoktrinasikan bahwa ma’had Al Zaytun sebagai pusat pegiatan pemerintahan dan sebagai ibukota NII lantas Syaykh Al Ma’had sebagai Imam NII.
– Menanamkan rasa kebanggaan terhadap keberadaan dan keserba-canggihan sistem yang berlaku di Ma’had Al Zaytun.
– Memberikan janji-janji (iming-iming) bahwa Al Zaytun adalah kelak domisili bagi warga yang sedang berjuang hari ini. Oleh karenanya menjadi kewajiban mutlak setiap warga NII untuk memenuhi seluruh kebutuhan ma’had Al Zaytun selain yang sudah dibebankan pada pos mawarid, diantaranya seperti kesediaan dan kesanggupan untuk menunaikan berbagai shadaqah, seperti shadaqah tiang Masjid Rahmatan lil ‘Alamin, harakah semen, karpet dan lain-lain juga termasuk menjual Majalah Al Zaytun secara sukarela.
Indoktrinasi kesiapan berkorban atas ummat demi tegaknya wujud konkret Daulah NII, yang diterapkan pada kesempatan acara tazkiyah menekankan kepada aspek pemenuhan target amwal & anfus sesuai dengan janji setia atau bai’at yang dinyatakan dalam forum MH. Maka setiap warga dituntut untuk memenuhi target kebutuhan pribadinya, dan bila target kebutuhan desanya masih belum terpenuhi maka wajib bagi setiap warganya untuk memenuhi kebutuhan target bagaimana pun caranya.
Melalui syura Desa setiap ummat diberi tugas untuk mencari kekurangan target yang ada di desanya, maka diputuskankan cara-cara bagi terpenuhinya target desa tersebut
: melalui hutang-piutang (pinjam), menjual segala harta yang dimilikinya seperti tanah, mobil, motor, perhiasan, radio, tv, pakaian dll. Apabila cara-cara tersebut masih belum bisa memenuhi target maka dilakukan cara-cara atau praktek kriminal seperti menipu orang terdekat (orang tua, saudara dan sanak famili melalui alasan uang kuliah, mau bantu teman atau mengganti barang milik teman yang terpakai dll), mencari sumbangan dengan dalih bhakti sosial, pembangunan masjid dan panti asuhan.
Bila masih kurang juga, maka dilakukanlah langkah-langkah konvensional alias mengutil, mencuri, merampok. Falam kondisi seperti ini masalah ibadah mahdhah nyaris sama sekali sudah ditinggalkan, bahkan malah sudah dijadikan sebagai olok-olok, dan yang tertinggal
hanyalah membaca serta menghafalkan al Qur’an pada ayat-ayat tertentu. Akan tetapi dalam waktu yang bersamaan mereka menganggapnya sedang dalam kondisi berjuang dan
darurat (jihad). Sehingga seluruh keputusan dan amal ibadah ummat sepenuhnya bergantung kepada pimpinan, dalam hal ini adalah terdiri dari tiga unsur tingkat pimpinan, yaitu D O (District Officer) Shaleh atau Bupati, O D O (Onder District Officer) Ibrahim atau Camat dan PTD (Petinggi Tingkat Desa) Lurah atau Musa.
Dan hal ini akan terus berlanjut selama kebutuhan rutin / reguler target yang dibebankan desa tidak terpenuhi, sehingga seluruh tindakan-tindakan yang kriminal tersebut sudah menjadi kebiasaan bahkan ada yang menjadikannya sebagai hobby dan ketagihan, karena tindakan kriminal tersebut akhirnya menjadi tolok ukur ketha’atan, pengorbanan dan pembelaan terhadap pimpinan serta negara nya sebagai perwujudan pelaksanaan M-9 (Mubaya’ah 9) secara murni dan benar. Oleh pihak-pihak komunitas NII juga dianggap sebagai suatu prestasi dan kebanggaan.
Kini mereka telah menyebar keseluruh penjuru wilayah Indonesia, daerah-daerah prioritas yang di targetkan menjadi basic dan pusat kegiatan pendidikan NII Ma’had Al Zaytun adalah Subang, Serang, Rembang, Gersik dan Bali serta Sumatra Selatan. Ma’had Asas (SD-NII) pun sudah siap pula untuk diselenggarakan di 324 Kota kabupaten diseluruh wilayah Indonesia Korban penyesatan NII Al Zaytun yang berjatuhan telah mencapai puluhan ribu, bahkan banyak keluarga yang kehilangan anak gadisnya demikian pula pemuda-pemuda. Banyak keluarga yang jatuh miskin dan berantakan serta menjadi rusak dan menderita lahir batin.
Bila anda bertemu dan pernah terlibat dalam gerakan yang ciri-cirinya seperti ini hendaknya segera menghubungi :
- SIKAT (Solidaritas Ummat Islam untuk Korban NII Abu Toto Al Zaytun & Aliran Sesat) Tel-Fax : 021- 829 9979 umar-abduh@priest.com
– MUI (Majelis Ulama Islam) Pusat Tel :021 345 5471, 3455472 Fax : 021-85 5412
– LPPI (Lembaga Penelitian & Pengkajian Islam) Tel-Fax : 021 828 1606

Senin, 18 Februari 2013

melupakan masa lalu

RIKI KIN
hampir setiap orang pernah merasakan dan mengalami kesalahan atau kesedihan di masa lalu. Tidak sedikit yang masih merasakannya sampai saat ini dan sulit melupakannya. Jika anda mengalami hal yang sama, ikuti beberapa saran berikut ini agar tidak merasa dihantui terus menerus:

Sisihkan waktu untuk merefleksi diri Kegagalan dalam hubungan, pengalaman buruk di tempat kerja atau berselisih paham dengan seorang kawan merupakan sebagian perubahan emosional yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tapi lebih dari sekedar memikirkan aspek negatif kejadian ini, alih-alih lupakan kesalahan dan identifikasi penyebab anda emosi dan marah agar tidak terulang di kemudian hari.

Beralih ke orang tua
Ini hanya perasaan bersalah. Salah satu langkah yang dilakukan terhadap perubahan ini adalah berpaling ke orang tua karena secara tidak sadar, anda mungkin terbiasa mengeluh pada mereka. Seorang ibu biasanya menyampaikan kesalahan lalu anda sebagai ilustrasi. Dengan memahami masalah, anda akan lebih baik mengatasinya dengan cara anda sendiri.

Alihkan kemarahan ke hal lain
Jika anda merasa sulit beranjak dari kesalahan, sebaiknya ambilah tindakan. Tindakan bukan berarti membalas dendam pada orang yang telah membuat anda marah tapi anda mengalihkan dengan cara lain seperti berteriak depan cermin, melemparkan bantal atau olahraga sampai anda merasa seolah-olah kemarahan telah hilang.

Dorong diri sendiri untuk jalan terus
Ini mungkin sulit tapi inilah cara terbaik anda melupakan masa lalu. Tidak masalah berbicara pada kawan dekat mengenai apa yang membuat anda marah. Tapi jangan memikirkannya terus sekalipun ini cukup mengganggu anda dorong diri anda membicarakan hal lain.

Rasa malu yang tak diharapkan
Satu cara pasti agar dapat melupakan kesalahan masa lalu adalah sesuatu yang memalukan dalam hidup. Cobalah sesuatu yang baru, terbuka untuk bertemu dengan orang baru dan miliki pengalaman baru dan semua halangan yang membuat anda sulit beranjak dari masa lalu akan hilang

Rabu, 16 Januari 2013

TOLONG GM YA ALLOH

woy GM, citer kan udah di ilangin ! Kok masih ada voTe kicK? Hilangin tuh voTe kicK gue bomb missi di luxvile ngekill 20 mati 5 dikik? MASIH ADA VOTE KIK YA? DASAR PB MASIH ADA CHTERNYA ! + BOCAH AS* 1. Dengan alasan apa GM mengupdate VK jika makin meperburuk keadan (saling fitnah, tuduh, caci maki). MUNAFIK !! 2. Sampai kapan PB akan begini terus ? jika GM mampu menghilangkan cheat buat apa di adakan VK. 3. Kalo misalkan GM bisa ngadain VK kenapa ga di adakan KEY FOR CHEAT, misal kalo maen bareng sama cheater tinggal pencet aja keynya. nah loooh bingung. 4. Di PB Indonesia sangat banyak sekali yang menggunakan CHEAT, kenapa PB luar tidak ? kenapa server luar harus di blokir ? kenapa? takut ga laku ? takut ga bisa nutupin pajak atau pengeluaran bagi karyawan ? pikir tuh bagi GM yang gamenya di ambang kepunahan. 5. Kalo ada yang nanya ahh namanya juga indonesia pasti banyak curangnya. sekarang kenapa game online INDONESIA yang lain ga ada CHEAT ? ( PB tingkat keamanan NEWBIE ) masih banyak pertanyaan lain yang harus di tulis tapi males percuma GAK AKAN PERNAH DI DENGERIN!! kami akui PB memang game sensasional, banyak orang yang ber IQ maen game ini. tapi sekarang apa ? ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ ¯ mana semua dewana hampir semua PARA DEWA VAKUM dan PENSIUN karena CHEAT. yang tersisa hanyalah BOCAH yang "ONLY SPEAK SKILL NO" kalo ga BOCAH ya CHEATER, sehingga membuat TROOPERS was was untuk bermain apalagi WAR yang bisa membuat WR CACAD !! malas dengan hal-hal tersebut CLAN-CLAN BESAR dan ANTI CHEAT seperti FPF,KMZ,RBx dsb TUTUP TIKAR UNTUK WAR. mana PB yang dulu ? ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ ¯¯ okelah CASH MAHAL tidak seperti LOST SAGA ( gemscool juga ) hanya dengan G-cash 9900 dapet char permanen, naik exp gampang, peso ( point LOST SAGA juga tidak pelit ) , barang-barang murah. hal itu bisa di maklumi karena PB best of the best FPS gaming. dengan senjata berbasis internasional.k alo semuanya tidak ada perubahan apakah iya PB akan gulung tikar seperti CS yang terdepak karena PB itu sendiri ? apakah PB akan hancur ? ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ ¯¯¯¯¯¯ kita lihat saja nanti kalo AVA udah masuk indonesia gan. jika AVA yang megang bukan pihak gemscool di jamin 40% pendapatan gemscool berkurang karena PB adalah pemain gemscool terbanyak! sekarang saja banyak warnet yang mengeluh karena berkurang omset voucher bahkan banyak yang tidak menyediakannya lagi dan yang biasanya rame jadi sepi, yang meramaikan warnet ya tidak lain PB. okelah sekarang masih rame karena banyak penawaran GM yang ga bisa ditolak seperti POINT UP 200% week end dsb. tapi apakah akan begini terus ? ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ ¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯ semuanya tidak akan bertahan lama bung. CS berjaya lengser karena PB, PB berjaya lengser karena ( kita lihat saja ntar ) TOLONG SEBARKAN THREAD INI AGAR BISA JADI PERTIMBANGAN "Sejujurnya Gue sudah muak dengan PB indo Cheater lah,Hacker lah. dari dulu Ga ada yg main Bersih ......sampai Gue pernah Out dri server indonesia, gue main PB Thailand Bersih,Ramah,sa ling menghargai, meskipun ada yg beban tapi tetap di suport sesama Gamer tapi kalau main di server INDONESIA Banyak Ruginya ! Banyak Sampah ! Banyak Kotoran ! Banyak Sok-Sok Jago ! LU SEMUA PIKIR PAKAI OTAK ! BUAT APA LO NGECHEAT ! SERU? LUCU? Lu Pikir Lu Hebat Gitu pakai cheat? iya? v belum Lagi di Publik BACOT ! NGOMONG KASAR ! SOK JAGO ! sedikit sedikit bilang CACAT ! COPO ! Emang diri Lu sempurna? Minta Uang sama Bokap, Buat Main PB di Net. ngemis-ngemis sampai di kasih, Ga di kasih jadinya NGUTANG! NGE-CHEAT! POLA FIKIRAN CUMA NGEBACOT ! NGEGANGGU GAMER LAEN ! Gue saranin Buat Lo yg suka ngeCheat, mending Lo OUT! dari PB! main AYO DANCE aja Lo BANCI ! Kalo Lo semua emang JAGO ! Main Bersih , tolong... Nih Gue pakai ID char Gue yg asli ! GUE SENGAJA (NO OFFENCE) dah berapa kali thread Gue di Hapus ama GM! Lu buat apa ngapus thread beginian? Lu Malu hah? Lu Baca yg di ATAS !! Lu gue akui udah Berusaha buat ilangin Cheater !! Gue tau, Gue Respect ama LO ! TAPI KENAPA SERVER LUAR NEGRI LO BLOCKIR HAH? LO MAU NYIKSA GAMER DI NEGRI INI? YG MAU MAIN SAMA CHEATER? MAIN SAMA SAMPAH? ATAU LU NGELARANG KAMI PARA GAMER YG SUDAH LELAH INI MAIN DI PB INDONESIA UNTUK TETAP MAIN DI SINI? KARNA LO CARI DUIT YG BANYAK? LO NYIKSA KAMI ! TOLONG THREAD GUE INI JGN LO HAPUS ! Biarin semua Gamer di Negri ini Turut berpartisipasi ! ini untuk kita bersama untuk para Gamer yg sudah VACUM dari PB ! Lo Perihatin kagak Liat Gamer yg VACUM dari PB? 1 Gamer Vacum di PB sama aja 1 Pejuang Mati di Pertempuran sedih gue liat gamer bangsa ini ! sedih gue liat yg rela keluarin Uang Lebih buat beli cash sampai begadang semalaman, tapi Hasilnya NOL kenapa ya thread begini d hapus sama GM ?? karena GM yg membuat cheat .. kalo ga ada cheat GAME ONLINE d INDONESIA engga BAKAL LAKU . TOLONG BWT PARA PNGGEMAR PB..COPY INI THREAD...TRUZ PASTE LG DI PB INDONESIA...QT BUAT BANYAK THREAD YG SPT INI....BIAR GM GA HPUS THREAD DR SESEORANG YG PROTES KRAS KEPADA GM...THREAD INI GW DPT DR SESEORANG YG THREADX SLLU DIHAPUS OLEH GM...KRNA GM TKUT THREAD INI DIBACA ORG BYK... PLEASE..BANTU COPY PASTE..SADARKAN GM DR PARA CHEATER... SADARKAN BANGSA QT DARI HAL2 YG MERUGIKAN ORG LAIN... MAIN GAME QT IBARATKAN SEBUAH AGAMA...SEMAKIN BYK KETIDAK JUJURAN,MASUK NERAKA SAJA KAU SETAN!!!!!!!!!! BERMAIN YG JUJUR SAJA...ANDA LEBIH SENANG MNJADI TERORIS ATAU

Selasa, 15 Januari 2013

riki kin

                                                                      riki kin